Perkuat Status 'Zero Conflict', Gubernur Sumsel Minta FKUB Masifkan Sosialisasi Kerukunan
PALEMBANG – Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, menegaskan komitmennya dalam mempertahankan predikat Sumatera Selatan sebagai wilayah Zero Conflict. Hal ini disampaikan saat menerima audiensi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Sumsel di Ruang Tamu Gubernur, Senin (9/2/2026).
Pertemuan tersebut berfokus pada penyampaian evaluasi program kerja FKUB tahun 2025 serta rencana strategis untuk tahun 2026. Dalam arahannya, Herman Deru meminta pengurus FKUB untuk lebih masif melakukan sosialisasi dan interaksi aktif di tengah masyarakat guna mempererat kerukunan antarumat beragama.
Gubernur menyayangkan jika masih ada Pemerintah Kabupaten/Kota yang belum memberikan perhatian maksimal terhadap eksistensi FKUB, baik dari sisi struktural maupun operasional.
“Saya agak heran jika ada Kabupaten atau Kota yang tidak memberikan perhatian khusus terhadap FKUB, apalagi terkait strukturnya. Saya akan segera menginstruksikan Bupati dan Walikota agar memberikan perhatian sesuai dengan aturan yang berlaku,” tegas Herman Deru.
Sementara itu Ketua FKUB Sumsel, Dr. H. Syarnubi Soman, melaporkan bahwa pihaknya telah melakukan kunjungan kerja ke 17 Kabupaten/Kota di Sumsel. Dalam kesempatan tersebut, FKUB menyampaikan sejumlah rekomendasi penting kepada Gubernur, di antaranya Permohonan dukungan surat resmi kepada Bupati/Walikota terkait penguatan peran FKUB, Implementasi Edaran Mendagri mengenai dana operasional FKUB, Penyelesaian kendala izin mendirikan rumah ibadah (IMB/PBG) di daerah.
Terkait isu pendirian rumah ibadah, Syarnubi berharap adanya peran aktif kepala daerah untuk turun langsung memfasilitasi dialog. “Kami minta Bupati dan Walikota dapat turun untuk bermusyawarah dengan para tokoh, sehingga pendirian rumah ibadah dapat dilakukan sesuai undang-undang tentang kebebasan beragama,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Gubernur Herman Deru menyambut baik rekomendasi yang disampaikan dan berkomitmen untuk menindaklanjutinya demi kelancaran tugas FKUB di lapangan.
Diskusi yang berlangsung hangat tersebut ditutup dengan kesepahaman bahwa sinergi antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat adalah kunci utama untuk memastikan Sumatera Selatan tetap kondusif, aman, dan damai.
Turut hadir Para Kepala OPD