PD Grafika Meru lebih baik ditutup
Jumat, 22 Juni 2012 (13:09)
Perusahaan Daerah (PD) Grafika Meru yang merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) lebih baik ditutup dari pada di merger (digabung) dengan perusahaan lain. Hal ini diungkapkan Wakil Gubernur (Wagub) Sumsel, H Eddy Yusuf saat diwawancarai diruang kerjanya, kemarin.
Menurut Eddy, PD Grafika Meru yang merupakan BUMD Provinsi Sumsel lebih efektif di tutup daripada di Merger (digabung) dengan perusahaan lain. “Ya lebih efektif jika ditutup operasionalnya dibanding dimerger atau digabung dengan perusahaan lain,” ujarnya.
Sambungnya, dirinya berpendapat PD Grafika Meru lebih baik atau lebih efektif ditutup dibanding di merger dengan perusahaan lain dikarenakan perusahaan yang bergerak di dibidang percetakan tersebut sudah tidak mampu atau sudah kalah bersaing dengan perusahaan percetakan yang ada di Provinsi Sumsel saat ini. “Apalagi, perusahaan industri ini dianggap sebagai perusahaan daerah yang paling jelek manajemennya, sehingga sumbangsih dari perusahaan ini tidak memberikan keuntungan apa-apa kepada daerah. Jadi ya tadi lebih efektif di tutup saja,” jelas Eddy.
Eddy mengatakan, jika perusahaan ini dilanjutkan atau dimerger dengan perusahaan lain tentu tidak akan optimal dan juga akan menambah beban Pemprov Sumsel untuk biaya operasionalnya. “Kalau dulu PD Grafika Meru ini bisa mencetak seluruh kebutuhan administrasi Pemprov Sumsel secara langsung, namun saat ini sudah tidak bisa lagi karena sudah ada peraturan pemerintah yang menyatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) tidak bisa langsung memberikan proyek tanpa proses tender. Jadi sudah jelas untuk mempertahankan PD Grafika Meru ini sulit,” katanya.
Saat ditanya mengenai akan dikemanakan aset Pemprov Sumsel yang ada jika perusahaan ini ditutup, eddy mengungkapkan, seluruh asetnya dikembalikan sepenuhnya kepada Pemprov Sumsel. Sedangkan kegunaannya dapat dimanfaatkan sesuai fungsinya. “Jelas asetnya dikembalikan ke Pemprov jika PD Grafika Meru ini ditutup. Terserah mau diapakan, apakah dilelang atau apa, yang penting harus bermanfaat,” ungkapnya. (LA) TM
|