Portal Resmi Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan

Mendikbud dan Wagub Sumsel Tinjau Persiapan Ujian Nasional PALI

Senin, 20 Maret 2017 (21:51)

Mendikbud RI Prof. Dr. Muhadjir Effendy dan  Wagub Sumsel  Ir. H. Ishak Mekki MM
Diantara para siswa/siswi 
 
PALI- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Prof. Dr. Muhadjir Effendy bersama Wakil Gubernur Sumatera Selatan Ir. H. Ishak Mekki MM, melakukan peninjauan langsung ujian nasional berbasis komputer ke beberapa sekolah di Kabupaten Penungkal Abab Lematang Ilir (PALI) Provinsi Sumsel.
 
Selain melakukan peninjauan ujian nasional ke SMAN 2 Unggulan dan SMKN 1 Talang Ubi, Mendikbud  juga melakukan pembagian Kartu Indonesia Pintar (KIP), penyerahan sarana dan prasarana pendidikan serta serta deklarasi pelaksanaan ujian nasional yang jujur saat berada di SMA Negeri 2 Unggulan Kabupaten Pali, Senin (20/3).
 
Dalam kesempatan ini Mendikbud RI, Muhadjir Effendy menyerahkan bantuan sarana prasarana pendidikan berupa 8000 unit meja dan korsi secara bertahap diperuntukan bagi SMA di PALI. Selain itu, untuk SMK pihaknya akan mengupayakan paling tidak ada 2 SMK yang bisa diberikan bantuan Kemendikbud baik berupa sarana belajar maupun ruang kelas baru.
 
"Untuk pembangunan SMK baru, kita akan bantu membangun gedung pokoknya dan selanjutnya akan diteruskan Pemkab. PALI, dengan ini diharapkan PALI mampu lebih cepat maju mengejar kabupaten lain," ujar Muhadjir.
 
Lanjut Muhadjir Effendy, terkait pencairan dana program Indonesia pintar melalui KIP, bantuan ini bisa digunakan siswa untuk membeli berbagai kelengkapan siswa sekolah, namun tidak diperbolehkan digunakan untuk hal lain diluar kelengkapan belajar siswa.
 
"Jaminan bagi pemegang kartu KIP setiap tahun akan mendapatkan bantuan dari pemerintah yakni sebesar Rp.450 untuk tingkat SD, Rp.750 SMP, dan Rp.1 Juta untuk tingkat SMA pertahunnnya," terangnya.
 
Terkait deklarasi ujian nasional jujur, lanjur Muhadjir Effendy, dirinya mengharapkan seluruh siswa dapat menjaga kejujuran selama mengikuti ujian. Menurutnya, lebih baik siswa jangan mengerjakan soal jika belum bisa dari pada melakukan hal yang curang.
 
Kepada para guru, kata Muhadjir, juga diharapkan jangan memberikan kesempatan kepada para siswa untuk berbuat hal yang curang selama berlangsungnya ujian nasional.
 
"Jadi saya minta satu saja yakni jujur, dengan jujur pasti Indonesia akan jauh lebih hebat kedepan, karna menegakkan kejujuran ini lah yang masih menjadi salah satu kendalan dalam peningkatan kwalitas pendidikan," terangnya.
 
Muhadjir Effendy menambahkan, dirinya sengaja membatalkan empat undangan lain agar dapat hadir langsung di Kabupaten PALI. Menurutnya, PALI adalah Kabupaten Muda yang memiliki gairah yang luar biasa untuk maju. Untuk itu, Mendikbud berjanji akan merespon sebagain dari harapan dan permintaan Pemkab PALI.
 
"Saya sangat menaruh perhatian pada Kabupaten yang baru ini, masih banyak hal yang harus dilakukan, serta sangat memerlukan uluran tangan semua pihak khususnya pemerintah pusat, untuk itu saya hadir langsung disini. Karna ini Kabupaten baru akan kita berikan perhatian lebih agar mampu mengejar Kabupaten lain yang sudah jauh lebih maju," ungkapnya.
 
Wakil Gubernur Sumsel Ishak Mekki, dalam sambutanya mengatakan, pembangunan di bidang pendidikan menjadi salah satu prioritas pemerintah Provinsi Sumsel, terbukti sejak 2018 Sumsel meluncurkan program sekolah gratis. Selain itu, peningkatan kwalitas pendidikan juga tidak luput dari perhatian hingga program sekolah gratis berlanjut hingga kuliah gratis sampai sarjana.
 
"Ini merupakan komitment pemerintah Sumsel dalam bidang pendidikan, selain pendidikan Sumsel juga terus melakukan upaya menyelesaikan pembangunan lainnya khusus di bidang infrastruktur," ujar Ishak Mekki.
 
Sementara, Bupati PALI Heri Amalindo dalam sambutanya mengatakan, saat ini pihaknya tengah gencar menjalankan pembangunan di bidang pendidikan, mulai dari pembangunan sekolah baru, merenovasi dan memperbaiki sekolah-sekolah yang rusak, termasuk memperbaiki sarana prasarana yang rusak.
 
Seperti ditingkat SMA saja, kata Heri Amalindo, terdapat 23 sekolah tingkat SMA di PALI baik negeri maupun swasta dengan jumlah murid 6000 lebih. "Untuk mengurangi angka anak putus sekolah, sudah dilakukan berbagai langkah diantaranya dengan membuka sekolah baru. namun, sebagian belum ada gedung dan kondisi saat ini masih menumpag di gedung sekolah lainnya, kita sangat mengharapkan dukungan semua pihak terkait hal ini," terangnya.
 
Lanjut Heri Amalindo, pencairan dana Program Indonesia Pintar (PIP) yang akan dilakukan bersamaan dengan kunjungan Mendikbud yakni sebanyak 1.717 siswa dengan rincian 475 siswa SD, 585 Siswa SMP, 410 siswa SMA dan 247 siswa SMK.
 
"Harapan kita melalui pencairan dana program indonesia pintar ini dapat memacu semangat belajar siswa lebih giat lagi untuk meningkatkan prestasi," harapnya.
 
Dalam kunjungan kerja ini, Mendikbud Muhadjir Effendy bersama Wakil Gubernur Sumsel Ir. H. Ishak Mekki juga menggelar silaturahmi bersama jajaran Pemkab. PALI, PGRI, Kepala Sekolah, Guru, dan tokoh masyarakat PALI, di Gedung Arsendora Kab. PALI.

 HP/MC Diskominfo.Prov.Sumsel/AN